Nebulizer, Alat Praktis untuk Meredakan Gangguan Sistem Pernapasan

Nebulizer

Gangguan sistem pernapasan seperti asma dan sesak napas pasti membuat Anda kesulitan beraktivitas. Namun, perkembangan di dunia medis telah menghadirkan sejumlah solusi yang bisa mengatasi gangguan tersebut, salah satunya alat nebulizer. Alat tersebut dinilai efektif digunakan dan memilik fitur memadai.

Lalu, bagaimana cara kerja nebulizer? Gangguan kesehatan seperti apa yang bisa alat tersebut tangani dengan optimal?

Nebulizer dan Cara Kerjanya

Nebulizer pada dasarnya dibentuk dari mesin yang mampu mengubah obat cair menjadi uap. Uap tersebut yang nantinya Anda hirup ke paru-paru untuk melegakan saluran napas yang sempat menyempit. Di pasaran ada dua jenis nebulizer yang dapat dipilih, yakni nebulizer listrik dan baterai.

Adapun komponen nebulizer terdiri atas wadah kecil untuk obat cair, mesin kompresor udara, serta selang elastis yang menghubungkan wadah dengan kompresor. Kemudian di atas wadah, terdapat masker dan corong untuk menghirup uap.

Bagaimana dengan cara kerjanya? Seperti yang disebutkan, nebulizer akan mengubah obat cairan menjadi uap obat yang ditekan naik lewat masker menuju masker. Obat akan diserap secara perlahan, sehingga Anda perlu duduk selama 10-15 menit untuk menghirupnya agar kandungan menyerap dalam tubuh.

Pada praktiknya, nebulizer diandalkan dalam menangani serangan asma dan PPOK (penyakit paru obstruktif kronis) karena tak membutuhkan teknik pernapasan rumit. Berbeda saat Anda menggunakan inhaler, sebab diperlukan tarikan napas mendalam sebelum menyemprotkan obat yang tentunya sulit dilakukan penderita penyakit pernapasan.

Penyakit yang ditangani Nebulizer

Nebulizer umum digunakan dalam pengobatan penyakit pernapasan kronis, dari anak-anak hingga orang dewasa. Adapun penyakit-penyakit yang mampu ditangani mencakup:

  • PPOK. PPOK merupakan kondisi saat paru-paru mengalami peradangan yang berlangsung cukup lama (kronis). Peradangan lantas menghalangi saluran pernapasan sampai memicu gejala seperti batuk berdahak, mengi, hingga sesak napas;
  • Croup. Selanjutnya ada croup atau infeksi laring (kotak suara) dan tenggorokan yang disebabkan virus. Penyakit ini kerap menyerang anak-anak usia enam bulan sampai tiga tahun. Akibat gejala tersebut, pasien akan menderita suara serak, napas berbunyi, demam, serta batuk bersuara keras dan kasar;
  • Epiglotitis. Pembengkakan pada epiglotitis (tulang rawan di pangkal lidah) dapat dipicu infeksi virus atau bakteri hingga cedera. Hal tersebut akan membuat demam tinggi, susah saat menelan, suara serak, sampai tenggorokan sakit;
  • Pneumonia.  Terakhir ada pneumonia, yakni infeksi yang menyerang salah satu atau kedua paru-paru sampai organ tersebut meradang. Penyebabnya bisa bakteri, jamur, hingga virus dengan gejala mencakup lemas, demam, sesak napas, nyeri dada, dan batuk berdahak.

Tertarik menggunakan alat nebulizer untuk terapi pengobatan gangguan pernapasan? Anda bisa cek produknya secara online dari produsen tepercaya seperti Omron di https://www.omronhealthcare-ap.com/id/product/286-ne-c28/. Semoga artikel ini dapat membantu Anda, ya!